1. Bayi

10 Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu Serta Cara Mengatasinya

Momen kelahiran buah hati selalu ditunggu-tunggu oleh para Ayah dan Bunda. Mulai dari persiapan persalinan hingga masa setelah persalinan. Segalanya pastilah dipersiapkan dengan sebaik mungkin. Bunda akan selalu mengusahakan yang terbaik bagi si kecil, contohnya dalam hal kecukupan nutrisi dan ASI.

Tak jarang, beberapa hal terjadi di luar perkiraan, salah satunya adalah ketika si kecil tiba-tiba enggan minum ASI. Apa saja penyebab bayi tidak mau menyusu? Adakah faktor dan cara mengatasinya? Simak uraian selengkapnya hanya di Bunda Times.

Pentingnya Nutrisi ASI untuk Bayi

Air Susu Ibu atau ASI, merupakan satu-satunya nutrisi yang didapatkan oleh bayi newborn hingga berusia beberapa bulan. Bahkan, setiap ibu dianjurkan ASI eksklusif kepada si buah hati hingga usianya 2 tahun. 

Tentu hal ini bukan tanpa alasan, karena ASI memiliki kandungan yang mampu menjadi nutrisi utama bagi si kecil. Setelah bayi menginjak usia sekitar 6 bulan, barulah si kecil diperbolehkan untuk mendapatkan nutrisi tambahan yang biasa disebut dengan MPASI.

10 Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu

10 Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu (sumber: Pexels)
10 Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu (sumber: Pexels)

Bunda, ketika bayi mendadak tidak mau menyusu, Bunda tak perlu panik berlebihan. Ketahui terlebih dahulu aneka penyebab bayi tidak mau menyusu di bawah ini!

1. Tersumbatnya Hidung si Bayi

Penyebab bayi tidak mau menyusu langsung pada Bunda yang pertama adalah kemungkinan tersumbatnya hidung pada bayi. Beberapa masalah kesehatan tentu dapat menyerang si kecil yang kekebalan tubuhnya masih rentan. Hidung tersumbat pada bayi dapat disebabkan oleh masalah pada sistem saluran pernapasan. Saluran hidung sejatinya berhubungan dengan tenggorokan. Hidung yang tersumbat akan menyebabkan kondisi tidak nyaman dan sulit menelan.

2. Nyeri Karena Tumbuh Gigi

Teething dapat menjadi penyebab bayi tidak mau menyusu. Teething merupakan kondisi tumbuhnya gigi pertama pada bayi yang berusia mulai 6-8 bulan. Gigi yang pertama kali muncul pada bayi adalah gigi seri bagian depan. Kondisi ini menyebabkan gusi menjadi bengkak dan sensitif, sehingga mood si kecil juga terganggu. Marah dan rewel kerap terjadi bersamaan dengan berkurangnya nafsu makan pada bayi. Akibatnya, si kecil akan menolak pemberian ASI dari Bunda.

3. Perubahan Rasa Air Susu Ibu

Tak dapat dipungkiri, bayi sangatlah peka dengan perubahan-perubahan kondisi di sekitarnya. Perubahan rasa ASI dapat dengan mudah dikenali oleh si kecil. Perubahan ini mungkin tidak Bunda sadari secara langsung. Penyebab umum dari berubahnya ASI, baik dari segi tekstur, warna, dan rasa adalah karena perubahan hormon.

4. Bayi Tidak Nyaman atau Stress

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa bayi sangat sensitif dengan hal-hal disekitar, meliputi emosi pada dirinya dan orang-orang terdekat. Beberapa perlakuan baik yang disengaja maupun tidak dapat mempengaruhi kondisi psikis bayi. Seperti reaksi dari Bunda ketika si kecil menggigit terlalu keras saat menyusui. 

Si kecil mungkin mengira reaksi yang Bunda berikan adalah perasaan marah yang akhirnya menyebabkan si kecil merasa tidak diinginkan dan tertekan. Rasa tidak nyaman juga dapat timbul karena posisi bayi yang kurang pas saat proses menyusui.

5. Pasca Imunisasi

Imunisasi memang seringkali memberikan side effect bagi beberapa orang, tak terkecuali pada bayi. Memar pada bagian yang disuntik, demam ringan, rewel, dan kesulitan tidur adalah beberapa efek sampingnya. Hal ini tentu menyebabkan si kecil mendadak menolak ASI dari Bunda karena kondisi fisiknya yang tidak sedang fit. 

6. Puting Datar

Puting datar bukanlah suatu permasalahan kritis nan mengancam nyawa bagi Bunda, tetapi kondisi ini acap kali menyebabkan bayi merasa tidak nyaman saat disusui. Puting datar dialami hingga 20% wanita yang ada di dunia. Untuk kenyamanan si kecil, Bunda dapat menggunakan nipple shield (alat dari silikon yang dapat membantu bayi melekatkan bibirnya ke bagian puting saat menyusui) dan pompa ASI yang ada, sehingga puting menjadi lebih menonjol.

7. Bayi Menderita Sariawan

Selain teething, penyebab bayi tidak mau menyusu yang berikutnya adalah sariawan. Tidak hanya pada anak-anak dan orang dewasa. sariawan juga dapat menyerang bayi meskipun jarang terjadi. Sariawan pada lidah, bibir, ataupun gusi menyebabkan rasa nyeri dengan intensitas bervariasi sehingga bayi akan merasa kesusahan dan tidak nyaman saat proses menyusui.

8. Aroma Tubuh Ibu Berbeda

Penyebab bayi tidak mau menyusu pada ibunya juga dapat disebabkan karena aroma tubuh ibu yang berbeda. Tak jarang, bunda berganti-ganti sabun, lotion, dan parfum dari yang semula biasa digunakan. Percaya atau tidak, hal ini dapat memicu bayi tiba-tiba enggan menyusu karena aroma Bunda tidak lagi familiar bagi mereka. Bayi tentu akan merasa asing karena perubahan aroma ini.

9. Nyeri Leher atau Tortikolis

Nyeri pada leher dapat membuat si kecil tidak mau minum ASI. Tortikolis adalah kondisi medis dimana terjadi perubahan pada otot leher. Dilansir dari beberapa jurnal kesehatan, Tortikolis dapat disebabkan karena posisi abnormal bayi pada saat berada di dalam kandungan. Posisi yang abnormal menyebabkan otot leher di salah satu sisi lebih berkontraksi/mengencang daripada sisi lainnya.

Meskipun dapat sembuh dengan sendirinya, kondisi ini tidak dapat disepelekan. Jika tidak segera ditangani dan diobati, tortikolis dapat menjadi semakin parah dan si kecil akan berisiko memiliki kepala yang miring sebelah. Segera konsultasikan pada dokter anak apabila Bunda menemui gejala ini terjadi pada si kecil.

10. Volume Air Susu Ibu Berkurang

Penyebab bayi tidak mau menyusu yang terakhir adalah karena volume air susu Bunda yang berkurang drastis. Terdapat beberapa faktor yang menjadi sebab mengapa volume ASI Bunda berkurang. Salah satunya yang paling sering terjadi adalah karena perubahan hormonal. 

ASI yang keluar sedikit membuat bayi kesusahan saat menyusu. Bunda harus senantiasa memperhatikan asupan suplemen, nutrisi, kondisi fisik dan psikis agar volume ASI tetap deras. Bunda juga dapat meningkatkan periode pompa ASI agar jumlah ASI tetap terjaga.

Cara Mengatasi Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu

Cara Mengatasi Bayi Tidak Mau Menyusu (sumber: Pexels)
Cara Mengatasi Bayi Tidak Mau Menyusu (sumber: Pexels)

Setelah membahas tentang penyebab bayi tidak mau menyusu, kini saatnya beralih untuk mengetahui cara mengatasinya. Ada beberapa hal yang dapat Bunda lakukan, sebagai berikut.

1. Ubah Posisi Tubuh Saat Menyusui

Menyesuaikan posisi saat menyusui penting untuk dilakukan agar si kecil dan Bunda berada dalam situasi yang nyaman. Beberapa posisi yang bisa Bunda coba yaitu posisi bersandar, posisi memangku si kecil yang tengah duduk, posisi berbaring, atau beberapa variasi posisi yang lain.

2. Atasi Gangguan yang Dirasakan Bayi

Suatu permasalahan dapat terselesaikan apabila kita mengetahui penyebab dan akar permasalahannya. Begitu pula dengan bayi yang mendadak tidak mau menyusu. Cermati dan teliti perubahan-perubahan yang terjadi pada si kecil. Mungkinkah itu faktor respon/reaksi Bunda ketika proses menyusui atau faktor yang lain. Apabila Bunda merasa terdapat gangguan medis dan penanganan khusus, seperti teething, gangguan saluran pernapasan, dan sariawan, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan diagnosis yang valid serta pengobatan segera.

3. Gunakan Wangi-Wangian yang Sama Tiap Menyusui

Gunakan wewangian yang sama saat menyusui si kecil. Hindari bergonta-ganti wewangian yang terlalu sering agar si kecil tidak merasa asing setiap bersentuhan atau berdekatan dengan Bunda. Perasaan asing dari si kecil terbukti menjadi pemicu si kecil tidak mau menyusu.

4. Rangsang Bayi untuk Mau Menyusu

Cara mengatasi penyebab bayi tidak mau menyusu yang keempat adalah dengan merangsang bayi. Bunda dapat melakukan rangsangan pada si kecil agar mau menyusu kembali dengan cara menambah periode atau waktu menyusui secara langsung juga mengurangi penggunaan benda-benda perantara, seperti dot dan botol susu.

5. Kontak dari Kulit ke Kulit

Metode pendekatan atau bonding kepada si kecil bisa dengan metode skin to skin yaitu dengan kontak kulit langsung, serupa dengan yang Bunda alami ketika langsung berkontak fisik sesaat setelah si kecil dilahirkan. Selain untuk mengatasi bayi yang tiba-tiba enggan menyusu, metode ini memiliki banyak manfaat, diantaranya:

  • Memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak.
  • Membuat bayi lebih mengenali aroma yang melekat pada ibu.
  • Timbul perasaan nyaman dan tenang pada bayi.

Bunda dapat melakukan metode ini dengan cara  menggunakan pakaian yang longgar atau terbuka pada bagian depan kemudian tidurkan si kecil pada dekapan Bunda. Pastikan Bunda dan si kecil berada dalam posisi yang nyaman agar durasi skin to skin contact dapat dilakukan cukup lama.

Baca juga: 8 Merk Susu UHT untuk Anak 1 Tahun yang Aman Dikonsumsi

Itulah uraian rinci tentang penyebab bayi tidak mau menyusu pada ibunya dilengkapi kiat-kiat yang bisa Bunda terapkan untuk mengatasinya. Bunda mungkin akan mengalami cemas, sedih, khawatir, hingga self-blaming saat situasi ini terjadi, tetapi perlu di pahami bahwa hal ini umum terjadi dan dapat diatasi dan diminimalisir resikonya.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: 10 Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu Serta Cara Mengatasinya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Anak muntah dan mencret, yang umumnya dikenal sebagai muntah dan diare pada anak, merupakan masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh orangtua dan pengasuh. Meskipun gejala ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, penting untuk segera mengatasinya guna memastikan kesehatan anak. Artikel ini akan memberikan wawasan mengenai penyebab, tindakan pencegahan, dan cara merawat anak yang mengalami anak […]

    Trending

    Ingin mengatur jadwal kegiatan harian anak di rumah tapi bingung bagaimana caranya? Sebetulnya, untuk membuat jadwal kegiatan harian anak di rumah, Bunda perlu menyesuaikan kondisi dan aktivitas si kecil terlebih dahulu. Misalnya, jika si kecil masih belum bersekolah, Bunda bisa membuat jadwal hariannya dengan membagi waktu bermain permainan dan membantu pekerjaan rumah. Yuk, simak contoh […]
    Saat sedang menyusui bayi, Bunda mungkin pernah menemukan ASI berwarna kuning dan berminyak. Sebetulnya, apa penyebab ASI berwarna kuning dan berminyak? Apakah hal tersebut berbahaya? Supaya nggak penasaran, Bunda bisa menyimak penjelasan mengenai penyebab ASI berwarna kuning dan berminyak pada artikel Bunda Times kali ini! Kenapa ASI Berwarna Kuning dan Berminyak? ASI berwarna kuning dan […]
    Saat memasuki masa kehamilan, Bunda tentu akan merasakan berbagai perubahan pada tubuh, baik secara fisik maupun psikis. Salah satu perubahan yang kerap dialami oleh ibu hamil adalah munculnya bintik-bintik di sekitar areola payudara. Sebenarnya, areola ada bintik apakah tanda hamil? Pada kesempatan kali ini, Bunda Times akan mengupas tuntas fakta mengenai kemunculan bintik-bintik pada areola […]
    Daun miana adalah daun yang memiliki kombinasi warna merah dan hijau. Namun, tak hanya terlihat indah tampilannya, ternyata ada berbagai manfaat daun miana bagi kesehatan cukup beragam. Daun miana sebenarnya sudah dikenal sebagai tanaman herbal dengan segudang khasiat sejak zaman dahulu. Namun, beberapa dari Bunda mungkin masih asing dengan nama daun ini. Pasalnya, di Indonesia […]