1. Keluarga
  2. Parenting

6 Penyebab Anak Melawan Orang Tua Menurut Islam

anak melawan orang tua
anak melawan orang tua. Foto: reallove.com

Sebagai orang tua, mendapati anak melawan tentu bukan hal yang menyenangkan. Rasa kecewa, sedih, dan marah mungkin bercampur aduk. Dalam Islam, perilaku anak melawan orang tua dikategorikan sebagai “uququl walidain” yang merupakan dosa besar. Bahkan termasuk dalam kategori dengan ancaman tidak bisa masuk surga. Hal ini terdapat dasar hukumnya berupa dalil perkataan riwayat dari Anas ibnu Malik, ia berkata, “Nabi ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab: yaitu menyekutukan Allah dan durhaka kepada orangtua.” (Riwayat Bukhari).

Dasar hukum Islam lainnya yang menjelaskan tentang anak durhaka yakni, dari Bukhari dan Muslim“Dari Abdullah bin Mas’ud ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tiga dosa besar yang akan segera dibalas di dunia, yaitu dosa syirik, durhaka kepada orang tua, dan sumpah palsu.” Namun, orang tua hendaknya intropeksi, apa saja penyebab anak bisa sampai melawan sebelum langsung menyalahkan anak. Kali ini penyebab anak durhaka kepada orang tua dari kacamata Islam. Adapun semuanya bisa kamu ketahui melalui artikel ini!

1. Terpengaruh Ucapan yang Jelek dari Pihak Lain

Ini bisa terjadi kalau ketika terjadinya perpisahan orang tua. Dimana hubungan antara kedua orang tua tersebut tidak baik. Pada kasus ini, terkadang salah pihak menjelekan mantan pasangannya (orang tua anak tersebut). 

Terlebih kalau anak itu, ikut dengannya akhirnya akan terpengaruh terhadapi perkataan. Tak jarang hingga menghasut untuk membenci salah satu orang tuanya. Maka tidak heran akan melawan dan melakukan perbuatan yang tidak baik.

Terdapat hadits Abu Dzuab Al-Hadzli: “Janganlah engkau marah terhadap suatu perbuatan yang engkau juga ikut melakukannya,Sesungguhnya orang yang layak mendapatkan keridhaan adalah orang yang mengamalkan sunnah”.

2. Perbedaan Pendapat, Pilihan dan Pandangan

Kebanyakan terjadi kalau orangtua masih memiliki pola pikir tradisional, bagi mereka anak harus mengikuti dan mentaati semua perintah. Pasti dengan alasan untuk kebaikan dan orangtua selalu benar lantaran sudah berpengalaman.

Padahal belum tentu apa yang anak inginkan, merupakan hal yang tidak baik. Bahkan mungkin ada dari ketiga aspek tersebut, justru bisa membuat anak lebih baik. Tak heran anak menjadi durhaka, tidak lagi mengutarakan pendapat dan tidak mendengarkan masukan orang tua.

3. Timbal Balik dari Perbuatan Masa Lalu Orang Tua

Banyak, seperti melaporkan orangtua ke pihak hukum dan membuang ke panti jompo. Begitu kita membaca beritanya sampai tuntas dan melihat keterangan sang anak. Ternyata ada rata-rata penyebabnya orangtuanya justru durhaka. 

Seperti mengabaikan, melakukan kekerasan dan perbuatan lainnya yang merugikan dan melukai.  Padahal terdapat larangnya dalam Islam. Makanya, sebagai balasan karena sakit hati dan dendam anak melakukan hal tersebut. Bisa sebagai pengingat untuk selalu berusaha untuk tidak lakukan hal yang dapat menyakiti anak.

Baca Juga: 10 Kesalahan Mendidik Anak di Keluarga yang Harus Dihindari

4. Orangtua Kerap Menyalahkan Anak

Saat orangtua melakukan hal ini, beralih memberikan pelajaran dan efek jera agar anak. Padahal sebenarnya hanya ingin mempermalukannya. Apalagi kalau kondisinya sedang ramai banyak orang. Ketika anak mengalami kejadian atau hal yang tidak baik, pasti langsung menyalahkannya.

Akibatnya menjadi tidak peduli dengan perkataan orangtua. Bisa juga suatu saat akan membalasnya. Baiknya, Seharusnya selain memberikan peringatan, orangtua juga harus mendengarkan penjelasan, dengan tidak memotong dan memberikan kesempatan untuk menceritakan masalahnya sampai selesai.

5. Balasan Ketika Durhaka Kepada Orang Tuanya Dulu

Coba ingat kembali, apakah saat sebelum menikah dan menjadi orangtua  pernah durhaka kepada orangtuanya (kakek dan nenek)? Jika, iya bisa saja karena balasannya dulu pernah melakukan hal serupa. Ini bisa terjadi karena anak mengikuti apa yang ortu lakukan dan mendapati cerita langsung dari nenek dan kakeknya. 

Sehingga anak bakal beranggapan kalau hal tersebut merupakan hal biasa. Begitu nanti orang tuanya mengeluarkan ucapan “anak durhaka”, makanya dengan berani mengatakan kalau orangtuanya dulu seperti itu.

Baca Juga: Mengenal Apa itu Tiger Parenting, Ciri & Dampaknya pada Anak

6. Minim Pengetahuan Agama

Miniminya pengetahuan agama juga menjadi penyebab anak durhaka. Penyebabnya karena tidak ada yang menasehati dengan dasar hukum Islam dan kurangnya literasi mengenai adab perilaku dari segi agama. Karena itu anak durhaka tidak merasa berdosa begitu melakukannya, sebab tak mengetahui kala hal tersebut termasuk dosa besar.

Perbanyak mencari sumber dan referensi mengenai hal ini langsung browsing dari gadgetmu. Jika kurang jelas dan ingin berdiskusi lebih lanjut, bisa langsung berkonsultasi secara online oleh pemuka agama atau ahli ilmu parenting Islam. Tapi jangan lupa praktikan dan terapkan. 

Cara Agar Anak Tidak Melawan Menurut Islam

Berikut adalah beberapa solusi untuk mengatasi perilaku melawan orang tua:

  • Membangun komunikasi yang terbuka dan tidak ada batasnya.
  • Memberikan teladan yang baik bagi anak (berakhlak yang baik dan sekalian tanamkan nilai agama).
  • Tidak melakukan hal yang termasuk kategori durhaka kepada anak.
  • Mengetahui kalau perbuatan tersebut berdosa.
  • Terbuka terhadap semua pengetahuan dan informasi mengenai parenting dalam Islam.
  • Carilah kelompok atau pertemanan yang tidak membawa pengaruh negatif.
  • Memperbanyak dan meningkatkan ibadah.
  • Berdoa memohon agar anak selalu berbakti.

Baca Juga: 4 Macam Pola Asuh Anak, Mana yang Terbaik dan Efektif?

Semoga artikel ini selain menambah literasi seputar penyebab anak melawan orang tua menurut Islam, juga bisa sebagai bahan renungan buat orang tua dan anak. Agar tidak adanya istilah “durhaka” pada keduanya. 

 

Tidak ada komentar

Komentar untuk: 6 Penyebab Anak Melawan Orang Tua Menurut Islam

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Ingin mengatur jadwal kegiatan harian anak di rumah tapi bingung bagaimana caranya? Sebetulnya, untuk membuat jadwal kegiatan harian anak di rumah, Bunda perlu menyesuaikan kondisi dan aktivitas si kecil terlebih dahulu. Misalnya, jika si kecil masih belum bersekolah, Bunda bisa membuat jadwal hariannya dengan membagi waktu bermain permainan dan membantu pekerjaan rumah. Yuk, simak contoh […]

    Trending

    Sekilas kelihatannya pemberian nama pada anak, hanya sekadar mencari dan lalu asal memakainya saja. Padahal sebenarnya hal tersebut tidak mudah, lantaran dalam memberikan sebuah nama harus memperhatikan beberapa hal, seperti arti dan menyangkut harapan orang tua dimasa depannya kelak. Tapi, tenang sekarang ini tentu sudah banyak terdapat pilihan. Kali ini bakal membahas beberapa kombinasi dari […]
    Buat Bunda dan Ayah yang sudah fix calon anaknya nanti, berjenis kelamin perempuan dan masih mencari nama. Barangkali, Mikayla bisa jadi alternatif pilihan. Apalagi, di Indonesia masih termasuk unik, karena belum banyak orang tua yang memberikan. Sudah tertarik dan berencana untuk menggunakannya, tapi masih bingung bagaimana cara merangkainya hingga menjadi susunan nama cantik, hingga terkandung […]
    Luqman, sebuah nama yang memancarkan aura kebijaksanaan dan kecerdasan. Berasal dari bahasa Arab dan memiliki makna yang cukup mendalam. Dalam artikel ini, mari kita selami arti nama Luqman dan kaitannya dengan berbagai aspek kehidupan. Makna dan Asal Usul Nama Luqman (لُقْمَان) memiliki arti “bijaksana”, “cerdas”, atau “berakal budi”. Kata ini berakar dari kata “al-luqmān” (اللُّقْمَان) […]